Read more: http://72bidadari.blogspot.com/2011/11/membuat-efek-salju-berguguran-di-blog.html#ixzz1nNYj4ctO
Jumat, 17 Februari 2012

Kuku sebagai Indikator kesehatan

Tahukah kamu? kuku tidak hanya berfungsi sebagai penghias anggota tubuh, tetapi juga bisa menjadi indicator kesehatan kita? Masalah-masalah kesehatan seperti jantung, paru-paru, hati, dapat kita kenali dengan membaca tandanya pada kuku jari kita.

Kuku bersih dan terawat akan terlihat cantik. Tapi, merawat kuku bukan sekadar bagian dari ritual kecantikan. Kondisi kuku ternyata juga bisa menjadi indikator kesehatan.


Seperti dikutip dari laman Times of India, gejala-gejala ini berbeda dari penyakit kuku, karena tanda-tanda ini mungkin hanya memperingatkan Anda tentang penyakit dalam tubuh yang mungkin tidak disadari. Meskipun kuku itu sendiri hanyalah sebuah jaringan yang mati, area di bawah kutikula dan kuku hidup dan daerah-daerah sekitarnya membuat kuku rentan terhadap kerusakan atau infeksi. Maka penyakit dengan mudah dapat terlihat lewat cerminan kuku.

Spesialis Dermatologi, Dr Nina Madnani menjelaskan, "Ketika memeriksa pasien, kami juga memeriksa kuku. Seperti kulit, kuku merupakan indikator yang sangat baik dari apa yang terjadi di dalam tubuh Anda. Jika kuku Anda sehat, halus dan merah muda dengan permukaan agak melengkung, tubuh Anda mungkin sehat juga."

Meskipun perubahan kuku menunjukkan berbagai kondisi, perubahan ini jarang merupakan gejala awal. Ketidaknormalan kuku lainnya juga seringkali tidak berbahaya. Seperti misalnya, tidak semua orang dengan kuku yang pucat mengalami hepatitis.

"Perubahan warna atau bentuk bisa disebabkan beberapa alasan. Salah satunya, akibat dari infeksi kuku lokal. Sebagai contoh, kuku menguning bisa karena penggunaan cat kuku berlebihan atau pengeras kuku, namun bisa juga mengindikasikan hepatitis," kata Dr Nina.

Kuku juga cenderung menyerap berbagai zat, sehingga warna kuku mudah mengalami perubahan. Misalnya, pada perokok atau orang yang sering berurusan dengan bahan kimia tertentu. "Jika terjadi perubahan warna kuku, kami juga perlu mengidentifikasi latar belakang pasien, agar diagnosisnya lebih tepat," kata Dermatolog Dr Sunil Tahiliani.

Lantas, kapan perlu khawatir? Menurut Dr Sunil, Anda perlu memeriksakan kondisi tubuh ke dokter jika, perubahan warna atau tekstur kuku terjadi dalam waktu lama, atau bahkan permanen.
Berikut merupakan contoh kuku-kuku yang berpotensi penyakit didalamnya :

Kuku Pucat

Kuku pucat kadang-kadang dihubungkan dengan proses penuaan. Tetapi juga bisa sebagai tanda penyakit yang cukup serius, seperti:



· Anemia
· Gagal Jantung
· Diabetes
· Penyakit Liver
· Kekurangan Gizi (Gizi Buruk)

Kuku Putih

Jika kuku anda cenderung putih dengan pinggiran yang lebih gelap, hati-hati mungkin ini adalah indikasi anda terserang penyakit liver, seperti hepatitis.



Kuku Kuning

Kuku kuning biasanya merupakan tanda adanya infeksi jamur. Di kasus lain, meski jarang, kuku kuning dapat mengindikasikan kondisi penyakit serius seperti penyakit tiroid atau psoriasis.



Kuku Kebiru-biruan

Kuku berwarna kebiru-biruan bisa diartikan sebagai kondisi dimana tubuh kita tidak cukup mendapatkan oksigen. Ini bisa mengindikasikan terjadinya infeksi pada paru-paru seperti kasuk pneumonia.



Permukaan Kuku Beriak

Kondisi ini bisa sebagai tanda awal terjadinya penyakit radang arthritis.

Kuku Patah atau Pecah

Penyebab kuku patah atau retak biasanya karena kuku dalam kondisi kering. Tetapi kondisi ini bisa juga dihubungkan dengan penyakit tiroid. Kuku pecah atau retak dikombinasikan dengan kuku kekuning-kuningan bisa mengarah kepada kemungkinan terjadinya penyakit infeksi jamur.



Garis Gelap di Bawah Kuku

Tanda gelap di bawah kuku seringkali mengindikasikan terjadinya penyakit melanoma, yaitu tipe penyakit kanker kulit yang paling berbahaya. Namun demikian penelitian tentang penyebab kondisi kuku ini sebenarnya terus diinvestigasi.



Sungguh luar biasa, tuhan menciptakan tubuh kita dengan sempurna dengan berbagai rahasia yang dikandungnya. Jadi sering-seringlah mengamati kuku jari anda untuk mengetahui kondisi kesehatan anda.

0 komentar:

Posting Komentar