Read more: http://72bidadari.blogspot.com/2011/11/membuat-efek-salju-berguguran-di-blog.html#ixzz1nNYj4ctO
Kamis, 01 Maret 2012

Mangga



Mangga
( Mangifera spp. )


Setiap orang pasti mengenal buah ini. Bentuknya bulat, warnanya dagingnya kuning, warna kulitnya umumnya hijau, dagingnya juga ada yang bersemburat merah dan rasanya manis. Buah ini tidak hanya disukai orang dewasa, tapi juga anak-anak. Mangga (Mangifera indica) adalah buah tropis. Ketika masih mentah (muda), buah ini pun banyak dicari untuk rujak dan dicari oleh wanita yang hamil.
Mangga adalah tanaman buah asli dari India. Namun kini, tersebar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Tanaman Mangga bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah dan berhawa panas. Tapi, ada juga juga yang bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian hingga 600 meter di atas permukaan laut.
Mangga memiliki banyak varietas. Ada yang menyebutkan, setidaknnya terdapat 2.000 jenis mangga di dunia. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, buah mangga ternyata juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Sebab buah ini mengandung zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Mangga tergolong kelompok buah “batu” berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga harumanis dan mangga manalagi, Mangga kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga golek lonjong.
Kendati bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga beragam. Dari segi gizi semuanya hampir tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 gram. Pada setiap 100 gram mangga muda, mangga yang masih mentah—terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.
Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen.
Pohon buah mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Buah mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
Nama buah mangga berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi buah mangga dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain.
Selain rasanya yang manis dan segar, buah mangga ternyata memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Misalnya saja dapat menyembuhkan penyakit influenza, menambah nafsu makan, menyembuhkan luka pada kulit, radang tenggorokan atau batuk, dan banyak penyakit lainnya. Ini disebabkan kandungan zat-zat di dalamnya yang bagus untuktubuh. Termasuk vitamin A, C, dan E yang bagus untuk keremajaan kulit dan mencegahkanker.
Selain itu ada asam galat yang sangat baik buat pencernaan. Ada pula kandungan riboflavin yang baik untuk menjaga kesehatan mata, mulut, dan tenggorokan. Tentunya masih banyak lagi zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh, jika dikonsumsi dalam jumlah yang memadai.
Mangifera indica ini atau lebih dikenal dengan nama mangga ini termasuk ke dalam tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertamanya ialah senyawa berkarbon tiga ( 3-fosfogliserat), dimana tumbuhan ini melewati reaksi gelap dan reaksi terang serta tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin, dimana rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, maka rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Akibatnya produknya terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Lalu mitokondria dan peroksisom akan memecah molekul berkarbon dua itu menjadi CO2 sehingga proses ini sering juga disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Akan tetapi fotorespirasi ini tidak menghasilkan ATP. Tahap-tahap respirasi dari tumbuhan ini juga sama secara umum, yaitu melalui tahap glikolisis, grooming phase, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif dan ETC.
Jenis mangga yang terkenal, yaitu mangga gedong, mangga gadung, mangga golek, mangga harum manis, mangga madu, mangga dodol, mangga gurih. Mangga yang telah matang berwarna hijau atau kuning (tergantung pada varietasnya) dan mempunyai tangkai buah yang berwarna cokelat. Hindari mangga yang terlalu keras atau lunak, layu, dan tercium bau fermentasi. Umumnya mangga dinikmati sebagi juice atau dimakan langsung. Ciri-ciri fisiknya adalah seperti berikut:
v  Daun
Berwarna hijau, berselang-seling, dan mempunyai bentuk lonjong, dengan panjangnya sebanyak 15-35 cm dan lebarnya 6-16 cm. Ketika muda, warnanya jambu merah-jingga, tetapi berubah dengan cepatnya menjadi merah tua berkilat, dan kemudiannya hijau tua ketika matang.
v  Bunga
Berbentuk bulir ujungnya, dengan panjang 1-0,4 cm. Ukuran bunga kecil dan berwarna putih, dengan lima kelopak yang panjangnya 5-10 mm. Bau bunga ini sedikit harum seperti bau bunga lili. Setelah kelopak bunga rontok, buahnya akan matang setelah 3-6 bulan.
v  Buah
Apabila masak, buah ini terjuntai-juntai dari dahan dengan tangkai yang panjang. Ukuran buahnya antara 10-25 cm panjangnya, dan 7-12 cm diameternya. Beratnya hingga 2.5 kg. Warna buah yang masak berbeda-beda antara warna kuning, jingga, atau merah pada bagian yang menghadap ke matahari, dan warna kuning pada bagian yang teduh. Warna hijau biasanya menunjukkan bahwa buah itu masih belum masak, tetapi ini bergantung kepada kultivarnya. Apabila masak, buah ini memberi bau damar yang sedikit wangi.
v  Biji
Satu biji tunggal yang leper, dan berbentuk empat segi panjang, dengan ukuran panjang 4-7 cm, lebar 3-4 cm, dan lebar 1 cm. Bergantung kepada kultivarnya, biji ini berserabut atau licin pada permukaannya. Tebal kulit biji 1-2 mm dan di bawah kulit ini, terdapat satu lapisan tipis seperti kertas yang melingkupi biji tersebut.

Khasiat buah mangga :
Para ahli meyakini buah mangga adalah sumber karotenoid yang disebut beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas kanker yang baik. angga juga kaya vitamin antioksidan seperti vitamin C dan E. Satu buah mangga mengandung tujuh gram serat yang dapat membantu sistem pencernaan. Sebagian besar serat larut dalam air dan dapat menjaga kolesterol agar tetap normal.
Buah mangga memiliki sifat kimia dan efek farmakologis tertentu, yaitu bersifat pengelat (astringent), peluruh urine, penyegar, penambah napsu makan, pencahar ringan, peluruh dahak dan antioksidan. Kandungan asam galat pada buah mangga sangat baik untuk saluran pencernaan. Sedangkan kandungan riboflavinnya sangat baik untuk kesehatan mata, mulut, dan tenggorokan.
Mangga disamping enak dimakan, juga mengandung vitamin C seperti pada umumnya buah-buahan disamping anti-oksidan yang berguna untuk menetralkan radikal bebas yang berada disekeliling kita. Ternyata juga mempunyai kandungan kalium yang dapat menurunkan resiko terkena stroke. Buah mangga pun berkhasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya radang kulit, influenza, asma, gangguan pengelihatan, gusi berdarah, radang tenggorokan, radang saluran napas, sesak napas dan borok. Selain itu juga bisa mengatasi bisul, kudis, eksim, perut mulas, diare, mabuk perjalanan, cacingan, kurang nafsu makan, keputihan, gangguan enstruasi, hernia dan rematik.
Manfaat buah mangga bagi kesehatan
1. Khasiat buah mangga sebagai Antioksidan Tubuh
Buah mangga pun merupakan sumber beta-karoten , kalium, dan vitamin C. Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina). Beta-karoten (dan vitaminC) juga tergolong antioksidan, senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul-molekul tak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya.
Di dalam tubuh, mayoritas radikal bebas berasal dari proses kimia kompleks saat oksigen digunakan di dalam sel. Radikal-radikal bebas yang secara kimia tidak lengkap tersebut dapat “mencuri” partikel dari molekul-molekul yang lain.
Ia kemudian menghasilkan senyawa-senyawa abnormal dan membuat reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya. Sederhananya, cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh, sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. Zat-zat gizi antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin C, membuat radikal bebas tak berbahaya dengan menetralkannya.
Zat-zat gizi antioksidan itu terkandung melimpah pada buah mangga. Kandungan beta-karoten dan vitamin C (beserta kalium, aktivitas vitamin A, karbohidrat, energi dan air) dari beberapa macam mangga tiap 100 gram dapat dilihat pada beberapa perpustakaan.
2. Vitamin C
Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu penyembuhan luka.
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi.
3. Pengobatan radang kulit
Gunakan kulit buah mangga. Caranya, 150 gram kulit buah mangga dimasak dengan air secukupnya hingga mendidih. Dalam kondisi hangat, air rebusan ini dipakai untuk mencuci bagian kulit yang mengalami sakit atau peradangan. Ramuan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi eksim.
4. Pengobatan Penyakit influenza
Caranya, 200 gram daging buah mangga ditambah 10 gram jahe, dan dua batang daun bawang putih. Bahan-bahan ini direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc. Kemudian airnya disaring dan diminum selagi masih hangat.
5. Kalium dan stroke
Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko karena stroke.
Satu penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang menambahkan sepotong buah tinggi kalium ke dalam pola makanan sehari-hari, risiko terkena stroke fatal dapat dikurangi sebesar 40 persen. Konsumsi ekstra kalium sebanyak 400 mg setiap hari dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kalium terdapat melimpah pada mangga. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Dengan mengkonsumsi sebuah mangga harumanis ukuran sangat kecil (minimal 250 gram), atau sebuah mangga gedong ukuran sedang (200-250 g), kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi.
Anda yang ingin membeli mangga bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu keras atau terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi. (Nurfi Afriansyah, peneliti pada Pusat Litbang Gizi Depkes RI)
Manfaat mangga untuk terapi antara lain :
v  Desinfektan tubuh
v  Pembersih darah
v  Menurunkan panas badan
v  Menghilangkan bau badan
Penelitian buah mangga
Satu penelitian buah manga menunjukkan bahwa bila seseorang menambahkan sepotong buah mangga tinggi kalium ke dalam pola makanan sehari-hari, risiko terkena stroke fatal dapat dikurangi sebesar 40 persen. Konsumsi ekstra kalium sebanyak 400 mg setiap hari dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Nah, jika belanja buah mangga, jangan asal pilih matang atau mentah. Pilihlah kualitas buah mangga yang pas, yaitu matang di pohon, warna buah hijau kekuningan, tekstur padat tapi tidak terlalu keras, kulit licin, dan aroma manis. Hindari memilih buah yang terlalu keras / lembek, memar, dan berbau fermentasi.
Buah mangga mengandung zat besi. Wanita hamil dan penderita anemia dianjurkan untuk mengonsumsi buah mangga. “Selain daging buahnya, kulit buah mangga juga kaya akan AHA (alpha hydroxyl acid) dan bisa digunakan untuk meremajakan kulit” ( Goel )
Manfaat dari daun mangga, biji mangga dan kayu mangga :

Selain buahnya yang segar dan lezat, Daun Mangga ternyata memiliki banyak khasiat sebagai antimikrobia, antioksidan serta mencegah kanker.
v  Daun mangga muda,
a.       Untuk mengatasi asam urat.
Caranya seduh daun mangga muda dalam gelas sebagaimana menyeduh teh. Sebentar saja air putih panas itu berubah warna menjadi kecoklat-coklatan, kemudian tambahkan sedikit gula putih. Lalu minum seduhan daun mangga muda itu. Selain itu bisa dijadikan lalap ataupun sayuran.
b.      Sebagai obat diabetes.
Caranya, cukup dengan merendam daun mangga semalaman dalam secangkir air. Setelah itu, tiriskan daun keluar dan minum airnya. Hal ini membantu untuk meringankan gejala diabetes.
c.       Daunnya yang muda dan berwarna coklat kelembayungan dapat dimakan mentah atau sebagai acar. Oleh orang jawa yang dimakan sebagai lauk dengan nasi adalah hanya daun muda dari varietas-varietas palem dodol, p. laliwiwa, dan p. sengir ; akan tetapi mungkin yang tersebut pertama harus diabaikan karena ia tajam rasanya dan dapat ditambahkan mangga kidang dan m. gurih yang juga dapat dimakan.
d.      Di Madura daun-daun ini digunakan sebagai makanan ternak bila hanya terdapat makanan ternak sedikit. Pemberian makanan yang semacam dengan daun mangga kepada sapi, menyebabkan mereka sakit-sakitan dan dalam keadaan demikian keadaan urine mereka dapat dipisahkan zat pewarna kuning, yang di India dikumpulkan.
v  Biji mangga.
Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik. Isi biji karena pahitnya tidak dimakan, akan tetapi sebagai obat cacing, dan digoreng sebagai obat murus.
v  Kayu pohon mangga
Kayu pohon mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.
v  Kulit batang mangga
Orang jawa menggunakan seduhan dari kulit batang untuk memberi warna hijau pada pakaian yang telah dicat biru dengan indigo. Diberitahukan untuk memberi warna hijau pada bahan anyaman. Dikatakan bahwa kulit batang yang pahit dan aromatis digunakan terhadap diare, leucorhee, dan dianggap harsanya mempunyai daya anti syphilis. Kulit batang mangga yang ditumbuk halus dengan kapur sirih, kemudian dicairkan dengan minyak tanah atau minyak kelapa digunakan terhadap peradangan di daerah kuku pada kaki kuda.
Mangga Arumanis
Disini kami akan menjelaskan tentang mangga arumanis. Mangga arumanis terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Anda dapat memilih bagaimana Anda ingin menikmati Mangga. Saatnya Anda menikmati hari Anda dengan Mangga.
Mangga Arumanis
Kandungan Gizi mangga arumanis Nilai Kandungan gizi Mangga per 100 g (3.5 oz)
Energi 272 kJ (65 kcal)
Karbohidrat 17,00 g
Gula 14,8 g
Diet serat 1,8 g
Lemak 0,27 g
Protein 0,51 g, mg(3%
Vitamin A equiv. 38 mg (4%)
- Beta-karoten 445 mg (4%)
Thiamine (Vit. B1) 0.058 mg (4%)
Riboflavin (Vit. B2) 0,057 mg (4%)
Niacin (Vit. B3) 0,584Asam pantotenat (B5) 0,160 mg (3%)
Vitamin B6 0,134 mg (10%)
Folat (Vit. B9) 14 mg (4%)
Vitamin C 27,7 mg (46%)
Kalsium 10 mg (1%)
Besi 0,13 mg (1%)
Magnesium 9 mg (2%)
Fosfor 11 mg (2%)
Kalium 156 mg (3%)
Seng 0,04 mg (0%)
Persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa.
Sumber:
USDA Nutrient database
Mangga arumanis atau mangga harum manis yang berasal dari daerah Probolinggo, Jawa Timur – ini merupakan salah satu varietas unggul yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Buahnya berbentuk jorong, berparuh sedikit, dan ujungnya meruncing. Pangkal buah berwarna merah keunguan, sedangkan bagian lainnya berwarna hijau kebiruan. Kulitnya tidak begitu tebal, berbintik-bintik kelenjar berwarna keputihan, dan ditutupi lapisan lilin. Daging buahnya tebal, berwarna kuning, lunak, tak berserat, dan tidak begitu banyak mengandung air. Rasanya manis segar, tetapi pada bagian ujungnya kadan:gkadang terasa asam. Bijinya kecil, lonjong pipih, dan panjangnya antara 13-14 cm. Panjang buahnya dapat mencapai 15 cm dengan berat rata-rata per buah 450 g. Produktivitasnya cukup tinggi, dapat mencapai 54 kg/pohon.
Syarat Tumbuh
Tanaman mangga termasuk tanaman dataran rendah. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m di atas permukaan laut. Meskipun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m di atas permukaan laut. Daerah dengan curah hujan antara 750-2.250 mm per tahun dan temperatur 24-27° C merupakan tempat tumbuh yang baik untuk tanaman buah ini. Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6, dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Umumnya, tanaman mangga diperbanyak dengan okulasi, walaupun dapat pula dengan sambung pucuk dan cangkok. Sebagai batang bawah digunakan semai mangga madu, cengkir (indramayu), dan bapang. Penggunaan bibit dari biji tidak dibenarkan, kecuali untuk batang bawah. Batang bawah yang tidak serasi (inkompatibel) berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan dan pembuahan (produksi buah, bentuk buah, dan rasa daging buah) batang atas. Pembuatan bibit (semaian dan okulasi) biasanya langsung dilakukan di kebun. Kemudian, dipindahkan ke polibag setelah tinggi tunas sekitar 20 cm. Budi daya tanaman: Bibit ditanam dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm dengan jarak tanam 8-12 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 1-2 blek bekas minyak tanah atau 20 kg. Bibit okulasi ditanam di lahan setelah mencapai ketinggian lebih dari 75 cm. Pupuk buatan yang diberikan berupa campuran 200 kg urea, 500 kg TSP (667 kg SP-36), dan 150 kg KCl per hektar atau 200 g urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl per tanaman.
Varietas

Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.

Cara penanaman

v  Ukur luas tanah anda
v  Ukur jarak tanam, untuk jarak tanam bibit mangga kurang lebih 5-10 meter, dengan teknik diagonal atau disejejarkan bisa juga dengan bentuk segi tiga sama sisi.
v  Gali tanah ukuran Lebar dan Tinggi sekitar 50-100cm (L.100 cm T.100 cm direkomendasikan)
v  Bakar lubang hasil galian bisa menggunakan memasukan jerami atau sampah kering ke dalam lubang kemudian bakar. atau lebih bagus lubang hasil galian dibiarkan 1-2 minggu terbuka dan terkena sinar matahari.
v  Tanah hasil galian di campur dengan gabah atau dedak dan ditambah dengan pupuk kandang
v  Siapkan bibit tanaman mangga
v  Buka dan keluarkan dari polybag
v  Masukan tanah hasil campuran ke dalam lubang
v  Jika sudah mencapai ketinggian sepertiga masukan bibit ke dalam lubang kemudian masukan tanah sisa hasil galian
v  Mangga hasil okulasi biasanya terdapat mata okulasi. jangan sampai batas okulasi tertanam atau tertimbun tanah.
v  Penanaman selesai.

Cara perawatan
pohon mangga disiram dengan air 1 hingga 2 kali dalam sehari. Jika ada rumput atau hama lainnya, langsung dibersihkan ya...supaya pertumbuhan bibit mangga tadi tidak terganggu. Setelah 2 bulan, kamu bisa memupuk pohon mangga dengan menggunakan pupuk organik/kandang bisa juga dengan pupuk anorganik seperti NPK, KCL, atau ZA. Kamu bisa minta bantuan orang tua untuk memilih pupuk yang tepat. Pemupukan dilakukan empat kali dengan selang tiga bulan. Dosisnya meningkat sesuai dengan umur tanaman. Setelah mencapai tinggi 1 m, bibit dipangkas pada perbatasan bidang pertumbuhan agar dapat bercabang banyak. Cabang ini dipelihara 2-3 tunas per cabang. Pemangkasan diulang setelah cabang baru mencapai panjang 1 m, demikian seterusnya hingga diperoleh susunan 1-3-9 cabang.
Panen dan pasca panen
Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 - 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm. Buah mangga dipanen setelah tua benar. Cirinya, bagian pangkal buah telah membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Pemungutan buah yang belum tua benar menyebabkan rasanya agak asam dan kelat (mutu rendah). Umur buah dipanen kira-kira 4-5 bulan (110-150 hari) sejak bunga mekar (anthesis). Pemetikan harus hati-hati, tidak boleh jatuh, dan getahnya tidak boleh mengenai buah mangga tersebut. Umumnya, tanaman mangga berbunga pada bulan Juli-Agustus. Buah matang dapat dipanen pada bulan September-Desember. Buah harus dibersihkan dari kutu, jelaga, dan getah yang menempel.
Hama dan penyakit
a. Tip Borer, Clumetia transversa
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.
b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA
c. Ulat Phylotroctis sp.
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.
d. Seed Borer, Noorda albizonalis
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.
e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.

f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah , pemasangan perangkap lalat buah.
g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)
Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Cara membudidayakan pohon mangga

ü  Mempersiapkan Bahan Tanaman/Bibit
Tanaman mangga dapat diperbanyak dengan 3 cara,yaitu :
1.      Dengan biji : yaitu dengan memanfaatkan sifat poly embrional biji mangga. Cara ini termasuk cara yang paling mudah dan murah karena dari satu biji dapat diperoleh lebih dari 2 semai atau tanaman baru. Pembiakan dengan cara ini kurang dianjurkan karena lama baru bias menghasilkan (7 tahun) dan sering sifat-sifatnya menyimpang dari sifat induknya sesuai dengan hukum segregasi Mendell. Umumnya cara ini dilakukan untuk menunjang pengadaan batang bawah untuk keperluan okulasi.
  1. Dengan mencangkok
Caranya : Batang yang terpilih untuk dicangkok da sayat dan dikuliti, lebar sayatan 7-10 cm. Penyayatan dilakukan sehingga kelihatan kayunya, yaitu dengan jalan mengerok lapisan kambium batang tersebut. Selanjutnya luka sayatan dibiarkan kering selama 2-4 hari, kemudian disekeliling sayatan diberi campuran tanah dan pupuk serta dibungkus pakai plastik yang telah dilubangi atau pakai pembungkus lainnya.
Apabila terpaksa pencangkokan dilakukan pada musim kemarau, maka cangkokan tersebut selalu disiram. Biasanya setelah 2-3 bulan cangkokan sudah berakar dan dapat dipotong untuk selanjutnya ditanam. Penanaman dapat langsung di lapangan apabila lubang tanam telah disiapkan terlebih dahulu atau dipelihara dahulu pada kontong-kantong plastik
Beberapa keuntungan apabila memperbanyak tanaman dengan sistem cangkok, yaitu hasilnya sama dengan pohon induknya, cepat menghasilkan, pohonnya pendek. Kelemahannya; pohon induk sering rusak bentuknya karena banyak cabang yang diambil, tidak dapat diperoleh bibit dalam jumlah besar, apabila pencangkokan dilakukan kurang teliti maka cangkokan sering gagal, perakaran dangkal, penyakir akan terus terbawa, memerlukan tenaga dan waktu yang banyak dibanding dengan cara lain.
3.      Dengan okulasi

Cara mengokulasi :
v  Ambil mata tunas (mata tempel) berikut kayunya dari pohon yang benar-benar    unggul.
v  Pohon pangkal (under stump) dikupas setinggi 10-15 cm di atas tanah.
v  Kulit yang dikupas dipotong dua per tiga bagiannya.
v  Mata tunas diselipkan pada pohon pangkal, lalu diikat erat dengan tali plastik, tunasnya jangan ikut terikat.
v  Setelah 3 minggu ikatan tali plastik dilepas, jika mata tunas tetap hijau artinya okulasi berhasil, jika layu/ kering bearti gagal, dapat dilakukan ulangan disebelahnya.
v  Bila pohon pangkal berhasil, maka pohon pangkal dirundukkan (dipatahkan dengan gunting) lebih kurang 10 cm di atas tunas mata, maksudnya untuk mendesak tunas mata tumbuh, sedang daun-daun masih berfungsi untuk menghasilkan makanan. Setelah mata tunas tumbuh, pohon pangkal yang dirundukkan itu dipotong sama sekali.  

ü  Menanam Bibit
1.      Persiapan lapangan
Kebun diberi lubang kira-kira 1 bulan sebelum musim hujan. Lubang berukuran 1m x 1m x 1m atau 60cm x 60cm x 60cm. Jarak tanam 10m x 10m atau 12m x 12m. Lubang dibiarkan terbuka selama 30 hari agar kemasaman tanahnya hilang. Pada waktu membuat lubang tanam, hendaknya dipisahkan lapisan tanah atas dengan bawah dan seminggu sebelum tanam lubang ditimbun kembali dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang  setiap lubang. Ketika menimbun lubang, tanah lapisan bawah dimasukkan lebih dahulu sehingga susunannya seperti semula.
2.      Penanaman
Bibit ditanam sedalam leher akar, penanaman dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan sebaiknya pada musim hujan.
3.      Pemeliharaan
Bibit yang mati atau pertumbuhannya kurang sehat secepatnya diganti dengan bibit yang baru dan sehat. Pada tahap permulaan bibit yang baru ditanami ini membutuhkan penyiraman yang sempurna, demikian pula supaya pertumbuhan tanaman baik perlu dilakukan penyiangan terhadap tumbuhan pengganggu disekitar tanaman.
4.       Pemangkasan bentuk
Dilakukan pada umur 1-1,5 tahun pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan dipilih tunas yang sehat dan tumbuh keatas. Pemangkasan kedua dilakukan setelah umur 2 tahun pada saat musim hujan. Dilakukan dengan jarak 30-35 cm dari bekas pemangkasan pertama. Pemangkasan ke 3 dilakukan pada tahun ke 3 dengan tinggi pemangkasan 30-35 cm dari bekas pemangkasan ke dua.
5.      Pemupukan
Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman pemupukan perlu dilakukan menurut tahap pertumbuhan tanaman.
v  Tanaman muda ; NPK ( 14:14:14) sebanyak 300-500 gr/pohon dan Urea 300 gr/pohon.
v  Tanaman dewasa : NPK ( 14:14:14) sebanyak 1,5-2,0 kg/pohon.
v  Tanaman umur 8-10 tahun : Pupuk kandang sebanyak 2 kaleng/pohon.
Dilakukan dengan cara membuat parit sedalam 25-30 cm melingkari batang pohon sejauh mahkota pohon
6.      Pemberantasan HPT
v  Kumbang penggerek cabang : larva merusak cabang pohon disertai gejala membengkaknya cabang. Diatasi : Arsenat timbal 1 %.
v  Kumbang penggerek buah : Buah yang terserang berbintik-bintik kulitnya, dalam buah terdapat larva, imago maupun pupa.
v  Kutu putih : Serangan hama ini nampak seperti lapisan kapuk. Menyerang daun bagian bawah.
v  Aulacophora : Hama ini sebangsa kepik, menyerang pucuk daun, dapat dikendalikan dengan racun perut.
v  Gleosporium : Penyebab penyakit ini berupa cendawan, menyerang daun tanaman yang rimbun. Penyakit ini menyerang bagian batang, cabang, ranting, bunga dan buah muda.
v  Diplodia : Timbul pada saat udara kering, serangannya tidak langsung yaitu melalui luka pada bagian batang sehingga tanaman ini mengeluarkan getah.
7.      Pemungutan dan Pengolahan Hasil
Tanaman mangga asal bibit okulasi akan berbunga pada umur 3-4 tahun dan pembuahan berlangsung antara pertengahan Agustus s/d Desamber. Tanda-tanda buah yang sudah bias dipetik, kalau buah itu langsung dikonsumsi ialah kulit buah yang semula berwarna hijau muda berubah menjadi hijau tua atau kebiruan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Harrah's Resort Atlantic City, NJ 08401 - Mapyro
Harrah's Resort Atlantic 충청남도 출장마사지 City is located in 남원 출장마사지 the Marina District 남양주 출장샵 of Atlantic City. Harrah's 동해 출장안마 casino is open 24 hours a day, 365 days a year, 여주 출장샵

Posting Komentar